anak dua tahun

Kisah Menyapih Versi Mama Raga

3:51 PM

Kalau ditanya bagaimana perasaannya sih, Raga sekarang udah 2 tahun itu, perasaannya campur aduk. Raga itu bisa dibilang Nenen Freak, jadi menjelang 2 tahun ini, aku udah sounding ke Raga dari umur Raga sekitar 20 bulan kalau pas tiup lilin Raga 2 tahun, berarti udah gak nyusu mama lagi ya? Dan dia mantap menjawab "Iya Ma", terus aku bilang "Janji?' dan Ragapun dengan lantang bilang "Janji" ahahaha. Hal lain yang juga ngebuat aku khawatir adalah Raga tidak suka susu lain selain susu ibunya zzzz. Dari mulai susu formula, susu UHT, hasilnya zero. Susu UHT sesekali dia mau minum, tapi bisa dibilang cuma satu seruput. Tapi salah satu dokter Raga pernah bilang si, bahwa sekarang susu bukan salah satu elemen yang penting dalam pertumbuhan, yang penting asupan makanan yang masuk ke Raga itu bagus, itu sudah sangat cukup. Tapi ya pasti kan balik lagi ke kita, kayaknya kok kalau anak g minum susu gimana gitu, padahal aku sendiri suka banget sama yang namanya susu tapi perlu digaris bawahi si susu coklat aja ahahahaa.

Nah, dalam Rangka Raga menginjak 2 tahun, 2 minggu sebelumnya dia sakit, badannya panas, aku rasa si ketularan Bapaknya yang lebih dulu sakit, setelah itu gantian akunya juga kena, demam, menggigil, jadilah kita bertiga sakit. Disaat itu Raga super duper rewel, ini kaya aku liat tahap maksimal Raga rewel, sampai aku beberapa kali menghela nafas dan merasakan kelelahan yang maksimal. Di satu sisi aku juga sakit perlu istirahat, tapi di satu sisi Raga kalau udah sakit gak mau sama siapa2 selain ibunya. Aku jadi baper parah, sampe sempet bilang ke suami "udah ya pa, kita Alhamdulillah satu aja anaknya Raga" ahahaha. Gak tau apa yang terlintas, tapi aku bener-bener ngerasa lelah. Aku sampai doa ke Allah dan minta maaf, kalau emang masih banyak banget dosa aku buat, dan kesehatan itu bener-bener mahal, sekali badan drop sakit, sakit semua, gak bisa kemana-mana, aku kaya baru sadar, teguran dari Allah itu nyata. 

Semua pikiran negatif yang aku pikirin, berusaha aku hilangkan dengan selalu berfikir positif, karena aku ingin cepat sembuh, dan aku ingin anakku juga bisa beraktivitas seperti sedia kala, Ditambah, Raga juga gak sengaja nginjek mainannya dan jatoh, bibirnya kena lantai sampe berdarah-darah. hmmmmm apalagi ini? Udah dia sakit jadi susah makan, ditambah kaya gini, tambah gak mau makan huhuhuhu. Tapi aku tetep yakin kata chrisye "Badai pasti cepat berlalu" ihihihi. Mamaku beranalisa bahwa ini juga salah satu efek dia mau disapih, menurut aku si masuk akal juga, apa iya ya? hmmmm.




Nah, tibalah saatnya Raga berumur 2 tahun, btw untuk menyambut umur Raga 2 tahun ini, aku sama suami berencana merayakannya kecil-kecilan, makan di resto, bareng keluarga suami dan keluarga aku, dan Raga akan tiup lilin, simpel aja. Untuk foto diatas pakai baju Bali, itu di hari H ulang tahunnya, dan yang dibawah ini, moment bersama keluarga di resto satu hari setelahnya :)



Nah selesai membahas bagaimana perayaan ulang tahun Raga,kini beralih ke masalah per ASI-an, yaps Alhamdulillah aku dan Raga berhasil menempuh asi eksklusif selama 2 tahun! Yeay! Walau g ada yang memberi selamat #baperlagi, tapi ini merupakan suatu pencapaian yang telah aku lakukan bersama anakku, aku benar-benar bersyukur karena belum tentu semua Ibu bisa mengalaminya. Kalau mau flashback ke belakang, di awal aku menyusui, bukan suatu hal yang bisa dikatakan mudah, tapi balik lagi si ke niat dan tekad yang Ibu berikan itu seperti apa. Aku selalu percaya dalam diri aku bahwa ASI itu adalah hal terbaik yang bisa kuberikan untuk anakku. Maka dari itu, aku berusaha maksimal untuk hal ini.

Part menyapih yang aku kira agak horor inipun akhirnya harus dilakukan, banyak cara yang aku baca di beberapa artikel, dan aku sesuaikan dengan karakter Raga. Setelah melakukan sounding, aku pun memutuskan menggunakan buah mahony untuk dioleskan di payudara aku, pahit sekali.

Hari ke-1
Sudah tekad bulat dalam benak aku untuk menyapih Raga beberapa hari setelah Raga tiup lilin, setelah pulang kerja, aku oleskan, dan dia tetap memaksa ingin menyusui, aku sudah berkata pelan bahwa, Mas Raga sudah besar, Mas Raga sudah tidak perlu menyusui, ada susu ultra kotak enak ini :) Tapi Raga tetap mau nyusu, dan alhasil setelahnya dia merasakan mulutnya yang sangat pahit, tapi setelah aku kasih kue, dia kembali normal.

Nah, part tidur. Merupakan part puncaknya, aku sampai menyiapkan air putih, biscuit, dan susu di dalam botol untuk Raga, semua itu dia tidak mau, semalaman aku dipukul-pukul di tendang, cubit, aku rasa saat itu dia kesal kepadaku, sangat kesal, karena sudah tidak bisa menyusui, walau ia berhasil tertidur, tapi bila tengah malam bangun, kembali menangis dan berteriak. Hari pertama terlewati.

Hari ke-2
Suami mulai mengirimkan beberapa artikel yang membahas tentang cara menyapih yang baik, dan cara yang aku pakai menjadi cara yang sebenarnya bukan hal baik untuk dilakukan. Disitu aku merasa sedih, di satu sisi tidak gampang juga menjadi aku dimasa seperti ini, disatu sisi aku tau, suami aku ingin yang terbaik untuk Raga. Terlintas dipikiran aku bahwa ini tidak baik, tapi disatu sisi lagi, aku tau apa yang terbaik untuk Raga, aku sudah observe juga bagaimana Raga sehari-hari. Dengan tekad kembali bahwa semoga ini merupakan hal terbaik untuk anakku.

Di hari kedua ini, aku benar-benar merasa kaget, aku pulang kantor dia sama sekali tidak membahas mau nyusu, sampai saat mau tidur pun, dia jadi banyak bertingkah main sana sini, tp alhamdulillah tertidur dengan baik. Nah ditengah malam ini masih menjadi part yang sulit, dia minta susu ke aku terus sampai menangis, dan yang perlu diketahui juga di hari kedua ini PD aku kiri-kanan jadi sangat keras, nyeri, dan membuat aku sedikit pusing, aku berusaha memompa sedikit untuk mengeluarkannya, dan tengah malam, aku memberi Raga susu, seperti ada hal yang membuat aku mengalah dan berfikir bahwa semua memang tidak bisa instan, paling enggak maksimal dalam sehari Raga hanya satu kali menyusui, dan aku berikan saat malam hari di tengah malam (maafkan mama Raga) Menjelang subuh dia kembali teriak minta susu dan tidak aku berikan, sampai ia lelah dan tertidur.

Hari ke-3
Malam ini aku masih diam-diam memberi susu ke raga di malam hari, dan hanya satu kali saja, tapi ia masih rewel bila tengah malam tidur, dan mempunyai kebiasaan baru memegang susu aku, kalau ingin tidur dan terkadang jadi harus digendong dulu lagi hmmm.

Hari ke- 4, 5 & 6
Aku rasa di hari ke 4, 5 dan 6 ini, sudah mulai terbiasa, Raga sudah sama sekali tidak minta susu bila aku pulang kerja, dan sempat dia melakukan hal lucu, ingin bilang nyusu ke aku, tp dia sebenernya tau kalau itu sudah tidak boleh, jadi dia bilang ooops sambil nutup mulutnya.

Hari ke-7
Aku juga mulai observasi di weekend, karena biasa nya aku kerja, persoalan muncul hanya bila aku selesai pulang kerja, tapi bila sabtu dan minggu full day sama aku, dan aku juga yang urus tanpa emba, karena mbanya Raga memang pulang hari dan hanya bekerja dari hari Senin - Jumat, nah aku pikir jangan-jangan PR lagi ni, karena sudah biasa kalau weekend dia nyusu dari pagi ke pagi. Tapi Alhamdulillah Raga sangat pintar, sama sekali g ngebahas nyusu, dan gak minta susu, di mobil pun seperti itu. Kini aku sudah bisa tersenyum, dan merasa sedikit lega dengan semua proses yang telah kami jalani, sudah seminggu berjalan, aku rasa belum bisa dikatakan sukses, tetapi progres ini aku rasa sudah sangat baik. Aku benar-benar mengerti bahwa menghilangkan kebiasaan yang sudah ada itu benar-benar perlu proses, dan aku rasa Ragapun sedang belajar mengambil sebuah keputusan yang besar. PR untuk kami sekarang adalah menenangkan dia, dan membuat tidur malamnya lebih nyaman lagi tanpa kehadiran susu. Karena Raga tidak mau susu botol, jadi aku selalu menyediakan air putih di gelas, untuk ia minum pada malam hari, bila ia merasa haus.

-------------------------------------------------------------------------

Tanpa disadari sudah satu bulan lewat kebiasaan menyapih dihentikan. Saat ini menjadi saat yang menyenangkan, perjuangan kami sebelumnya, aku rasa berhasil, walau mungkin memang banyak drama, tapi pada kenyataannya benar adanya bahwa badai pasti berlalu :) dan segala sesuatu niat kuat dalam diri kita, bila kita yakin, Insya Allah akan terlaksanan dengan baik. Akupun sekarang mulai merasa bahwa Raga sudah mulai tumbuh besar, ia pun sudah cerewet banyak ngomong ini itu, niruin omongan kitapun dia paling jago, udah bisa minta mau makan apa, sama siapa, duduk di kursi pesawat sendiri, udah bisa juga main sendiri. Senang sekali melihat dan menjadi bagian dari perkembangannya.

Untuk waktu tidurnya, kini dia sudah layaknya orang dewasa, sudah ngantuk dia akan tidur, tapi tetap sih, ingin dipeluk aku, sesekali memegang susu aku ahaha dan tangan aku memegang tangannya. 

Oh iya, Untuk aku sendiri, menurut aku dan ini sangat membantu ada beberapa poin menyapih yang perlu diperhatikan :
1) Kondisi Anak
2) Niat dan Kemantapan Ibu
3) Percaya diri dengan keputusan yang diambil
4) Dukungan Orang Sekitar
5) Ibu dan Keluarga konsekuen dengan keputusan yang telah diambil di awal
6) Jangan banyak baper ahaha
7) Sabar (*ingat badai pasti berlalu yaa ehehe)
8) Jangan pedulikan masukan orang lain yang membuat anda goyah #egepe ahaha Ibu pasti tau yang terbaik untuk anaknya sendiri
9) Bila berhasil, anda akan sangat kangen moment tersebut menyusui, tapi juga sisi baik sebagai pertanda anak anda sudah mulai besar :) Jangan pernah takut, Ibu akan dibenci, karena bagaimanapun tipe anak, pasti mereka akan tau mana ibunya ihihi.

Semoga dapat membantu Ibu-Ibu diluar sana yang sedang ingin menyapih anak yaa. SEMANGAT!!!




Love,

#mamaraga



You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE

Press